Silahkan masuk, Penjaga tamu undangan mempersilahkan aku masuk,,,,sambil membawa notes pemberianya aku langsung melangkah masuk ruangan....Ternyata sudah banyak undangan yang datang disitu..Cukup ramai juga yang berminat datang diacara seperti ini,,, Seorang motivator yang handal yang terkenal dikota kami yang akan jadi pembicara kali ini....Hampir setengah jam aku menunggu, acaranya dimulai juga,,,Akhirnya tibalah saatnya sang pembicara handal tampil,,, riuh sorak penonton mengiringi langkahnya untuk maju kemimbar itu....Selamat pagi agak siang,,,, tanpa bergetar sedikitpun,,, kata pertama meluncur dari bibirnya... Kali ini saya akan membahas tentang kebahagiaan,,,siapa yang tau arti bahagia???? tanya sang pembicara..Saya ingin tau seberapa anda semua tahu tentang arti sebuah kebahagiaan..Satu persatu mengemukakan pendapat mereka masing-masing,,,Sang pembicara hanya tersenyum simpul..... Tepukan tangan keras menggelelar dari tumbukan kedua telapak tanganya... sang penonton pun saling padang dan mulai mengikuti bertepuk tangan juga
Ternyata semua sudah tau arti dari kebahagiaan,,, kalau begitu saya pulang saja ya,,, Sambil tersenyum simpul sang pembicara melenggang,,,Gaya khas dan uniknya muncul segera,,, begitulah ciri khas sang pembicara yang satu ini..Ada salah seorang tamu undangan yang mengangkat telunjuk ingin bertanya,,,,Maaf Pak saya ingin tahu,,, setelah bapak tahu jawaban dari kami, sekarang waktunya kami ingin tahu pendapat bapak tentang kebahagiaan,, ?Bahagia,,, siapakah yang tidak pingin merasakanya,,, semua akan terasa melegakan... terus masalahnya ukuran yang bagaimana yang bisa membuat kita bahagia,,, akhirnya sang pembicara kembali ketempat semula,,Apakah Bapak sudah bahagia dengan istri bapak?? seorang tamu undangan tiba-tiba meluncurkan pertanyaan kepadanya,,,Sang pembicara hanya tersenyum.. dan terdiam,, TIDAK...Semua tamu undangan tercengang dan mengalihkan perhatian pada istri sang pembicara yang duduk paling depan... Wajah sang istri merah padam kala itu,, tak disangka suaminya tidak bahagia denganya..Bahagia bukan kita dapat dari orang lain,, melainkan dari kita sendiri,Jadi istri, anak, orang tuakupun juga tidak bisa membahagiakan aku,,, karena hanya aku yang bisa ...Kebahagiaan diukur dari diri kita sendiri,, apakah kita ingin bahagia atau tidak... Anak tukang becak bahagia mempunyai baju baru, belum tentu anak kontraktor bahagia dengan baju baru... Semua tergantung dari hati kita sendiri,,Karena anak kontraktor itu terbiasa beli baju baru sementara anak tukang becak jarang beli baju baru..Kita tidak usah mengejar kebahagiaan,,, karena kebahagiaan tidak untuk dicari tapi dijalani,,, semua masalah yang ada kita selesaikan dengan baik,,, kita bahagia...tidak usah diukur dengan seberapa besar uang mu, haratamu, jumlah mobil mu, jumlah rumah mu,, itu tergantung kita,,,Aku tidak punya mobil tapi aku bahagia berada disekitar keluarga yang menyayangiku... Aku tidak punya rumah tapi aku bahagia masih bisa berteduh walaupun dirumah kontrakan,,, bahagia itu mudah semua tergantung pada diri kita,,,SYUKURILAH yang ada JANGAN MENSYUKURKAN yang tidak pernah kita miliki... tapi tidak salah kalau kita punya IMPIAN karena dari sanalah keinginan kita bisa terwujud....Tepuk tangan tamu undanganpun riuh,,, diiringi salam perpisahan dari sang pembicara...Tanyalah pada dirimu sendiri apakah kamu sudah bahagia dengan apa yang kamu miliki sekarang ini?Dan bagaimanakah jalan kamu untuk mewujudkan kebahagiaan mu sendir?
Jumat, 16 April 2010
Bahagiakah aku????
Liburan ke Ragunan
Libur telah tiba...libur telah tiba :) hhhmm lumayan libur tiga hari bisa manja manjain, puas puasin main sama my little princess...udah lama banget pengen ajak kyla ku jalan2, kasian juga bt kali dia di rumah terus dengan segala kegiatan si cantikku ini yang sehari2 cuma ke sekolah trus balik kerumah, main sama mbaknya,ada perasaan bosen juga yah anak kecil, hihihihi (kata kyla emang bunda aja yg bisa bosen).
Cerita : Buah Kejujuran
Aku tidak tahu, perasaan apa yang melandaku hari ini, gembira memang jelas aku sangat gembira, tapi sedih juga iya. Karena sudah lama hal ini ku tunggu, siapapun akan merasakan hal yang sama denganku. Setelah shalat zuhur, atasan ku memberi kabar, katanya sih kabar gembira, tapi setelah beliau menyerahkan amplop berwarna coklat dan aku membukanya, aku justru kaget tak terkira, aku kecewa, sedih, aku merasa terbuang.Anton ...selamat ya ...kamu dapat SK, itu ucapan atasan ku waktu itu, tapi beliau tidak mengatakan isi amplop itu yang katanya ada SK. Aku menerimanya dengan hati berbunga bunga, bagai terbang ke awan, melayang di udara, seperti tak berpijak di bumi lagi, karena aku yakin, aku akan dapat promosi jabatan, karena aku merasa pekerjaan ku selalu selesai dengan baik, banyak karya ku yang membuat perusahaan tempatku bekerja mendapat order yang banyak. Begitu aku buka amplop berwarna coklat, yang tertulis kepada yth. Saudara Anton, aku langsung lemas, seperti tidak makan beberapa hari, kaki ku kaku bagai tertancap di bungkahan es, hatiku remuk bagai dipukul dengan palu, aku merasa disingkirkan atau dibuang, mataku tidak terasa mengeluarkan air mata.Memang selama ini aku tidak pernah mendapatka ucapan selamat apalagi bonus dari atasanku atas kesuksesan perusahaan tempat aku bekerja, bahkan aku tidak pernah melihat eksprisi wajah atasanku yang menunjukkan kegembiraan, apalagi aprisiasi, jadi prestasiku selama ini tidak dianggap oleh atasanku. Bahkan aku sering dimarahi, karena hanya masalah sepele, kalau dibandingkan hasil karyaku dengan kesalahanku, aku berani bersumpah sepuluh banding satu (Mungkin lebih)
Bahkan pernah rekan kerjaku yang membuat kesalahan, tapi atasanku menimpakan kemarahannya kepadaku.Kenapa kamu tidak kasih tahu Rudy, bagaimana membuat yang benar...., begitulah ucapkan atasanku, waktu itu dengan suara yang hampir berteriak sambil menggebrak meja.Bagaimana aku memberitahu Rudy, dia seniorku dan anak pejabat di daerah ini…, aku membatin. Dalam perjalan pulang ke rumah, hati ku bergemuruh, ada apa dengan ku, apa salahku, apa dosa ku. Memang aku tak mempunyai seseorang yang bisa diandal yang bisa membantuku, tidak ada yang membelaku. Dan aku pun bukan type yang mencari muka, menjilat, dengan memuji muji atasan, aku apa adanya, aku kerjakan apa yang seharusnya ku kerjakan, bahkan aku banyak membantu pekerjaan teman temanku, tapi aku akan menolak atau membantah kalo itu bertentangan hati nuraniku, apalagi kalo sudah berlawanan dengan norma agama. Aku tidak peduli apakah itu atasan ku. Memang susah dizaman yang sudah edan ini, kejujuran dianggap dongeng pengantar tidur bagi anak anak. Padahal Nabi saw pernah bersabda: “ katakan yang haq meskipun itu pahit”, memang memegang kejujuran itu berat. Dilain waktu Nabi saw bersabda: ” nanti akhir zaman, memegang teguh ajaran agama, bagaikan memegang bara api”.Dulu guru ngajiku menasehati ku: “berlaku jujurlah, buah dari kejujuran adalah kebahagian”, aku pegang teguh nasehat guru ngajiku itu, namun sekarang kejujuran ku berbuah pahit.Sesampainya di rumah, aku langsung berbaring, tanpa melepas sepatu, tidak ganti baju, melihat perbuatan ku ini, ibuku menghampiri: “ada apa nak” tanya ibuku, aku tidak menjawab pertanyaan ibuku bahkan aku tidak menoleh, nak Anton...katakanlah ada apa…, ibu tahu kamu pasti ada masalah..., aku tetap tidak menjawab, hanya menyerahkan amplop berwarna coklat itu. Setelah ibuku membuka dan membacanya, ibuku justru tersenyum, bahkan hampir tertawa.Nak ..Anton, yang namanya hidup itu, tidak selalu mulus seperti keinginan kita, selama kita masih hidup, masalah itu selalu ada, dan kita tidak bisa lari daripadanya, namun bagaimana kita menyikapi masalah tersebut, justru dengan masalah itu Allah akan menaikkan derajat kita, asal kita sabar, dan selalu tawakkal, karena semua itu ujian bagi kita, orang bijak mengatakan: tidak ada pelaut ulung kalo hanya berlayar di laut tenang. Dan juga Allah berfirman dalam Surah al Baqarah, ayat 155: “Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah buhan. Dan beritanlah berita gembira kepada orang orang yang sabar”.Dan anakku jangan lah kamu menyikapi ujian Allah itu dengan perasaanmu saja, mungkin kamu membenci sesuatu, padahal itu baik (disisi Allah), kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik (menurut Allah), karena kamu tidak tahu, apa hikmah dibalik itu semua. (QS. Al Baqarah: 216). Nasehat ibu ku aku camkan, aku hayati.Tapi ini tidak adil bu…Apanya yang tidak adil…?Atasan ku itu yang tidak adil…Tidak adil bagaimana….? Begini bu atasanku itu tidak pernah memperhatikan hasil pekerjaan anak buahnya, yang dia pehatikan hanya orang orang yang suka cari muka, yang suka memuji, atasanku selalu berpihak kepada orang orangnya saja, walau orang orangnya kerjanya malas, atau pekerjaannya tidak selesai bahkan ada yang tidak bisa bekerja dia tidak pernah memarahi, tapi kalo anak buahnya yang lain, meskipun pekerjaannya baik dan selesai tepat waktu dia tidak pernah memberikan penghargaan, atau jangan memarahi saja itu sudah cukup, tapi nyata dia justru cari cari kesalahan untuk memarahi. Saya dapat SK pindah ini juga karena dia melaporkan ke kantor pusat, saya dianggap tidak loyal, suka membangkang, tidak bisa bekerja, saya tahu ini dari teman saya yang ada di kantor pusat. Dia selalu membagakan selama kepemimpinannya perusahan berhasil, laporan tepat waktu. Jadi order yang banyak dan laporan yang selalu tepat waktu itu siapa yang membikin, apakah dia tidak tahu, itu semua pekerjaan saya bu…,Nak Anton…, kamu harus sadar pekerjaan mu itu walau atasan tidak memberikan penghargaan, atau bahkan dia menyikapi sebaliknya, kamu tidak usah dipikirkan, Tuhan maha melihat apa yang hambaNya lakukan, serahkan kepada Tuhan. Bekerjalah dengan niat ibadah insyaallah ada nilainya disini Tuhan, walau tidak ada nilai disisi manusia, tentang kepindahan kamu, seperti yang ibu katakan tadi tentu ada hikmahnya, yakin lahIya..bu…Kamu sudah shalat belum …?Sudah bu….,Kalo begitu makan dulu, ibu sudah siapkan makanan kesukaanmu sop kikil…
Kamis, 15 April 2010
Cerita : Ketika Kami Tak Cocok Lagi
Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan yang hangat yang muncul ketika saya bersender di bahunya yang bidang. Tiga tahun dalam masa kenalan dan bercumbu, sampai sekarang, dua tahun dalam masa pernikahan, harus saya akui, saya mulai merasa lelah dengan semua itu.
Alasan saya mencintainya pada waktu dulu, telah berubah menjadi sesuatu yang melelahkan. Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak kecil yang menginginkan permen. Dan suami saya bertolak belakang dari saya, rasa sensitifnya kurang, dan ketidakmampuannya untuk menciptakan suasana yang romantis di dalam pernikahan kami telah mematahkan harapan saya tentang cinta.
Suatu hari, akhirnya saya memutuskan untuk mengatakan keputusan saya kepadanya. Saya menginginkan perceraian.
“Mengapa?” dia bertanya dengan terkejut.
“Saya lelah. Terlalu banyak alasan yang ada di dunia ini,” jawab saya.
Dia terdiam dan termenung sepanjang malam dengan rokok yang tidak putus-putusnya. Kekecewaan saya semakin bertambah. Seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang saya bisa harapkan darinya? Dan akhirnya dia bertanya, “Apa yang dapat saya lakukan untuk mengubah pikiranmu?”
Seseorang berkata, mengubah kepribadian orang lain sangatlah sulit, dan itu benar. Saya pikir, saya mulai kehilangan kepercayaan bahwa saya bisa mengubah pribadinya. Saya menatap dalam-dalam matanya dan menjawab dengan pelan, “Saya punya pertanyaan untukmu. Jika kamu dapat menemukan jawabannya yang ada di dalam hati saya, mungkin saya akan mengubah pikiran. Seandainya, katakanlah saya menyukai setangkai bunga yang ada di tebing gunung, dan kita berdua tahu, jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?”
Dia berkata, “Saya akan memberikan jawabannya besok.”
Hati saya langsung gundah mendengar responnya. Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya melihat selembar kertas dengan coret-coretan tangannya, di bawah sebuah gelas yang berisi susu hangat, yang bertuliskan:
“Sayang, Saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu. Tetapi izinkan saya untuk menjelaskan alasannya.”
Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya mencoba untuk kuat melanjutkan membacanya kembali…
“Kamu hanya bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor. Lalu saya harus memberikan jari-jari saya untuk memperbaiki programnya.
“Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa masuk mendobrak rumah, membukakan pintu untukmu.
“Kamu suka jalan-jalan ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi: saya harus memberikan mata untuk mengarahkanmu.
“Kamu selalu pegal-pegal pada waktu ‘tamu’ kamu datang setiap bulannya: saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal.
“Kamu senang diam di dalam rumah, dan saya kuatir kamu akan jadi ‘aneh’. Lalu saya harus memberikan mulut saya untuk menceritakan lelucon dan cerita-cerita untuk menyembuhkan kebosananmu.
“Kamu selalu menatap komputer dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu. Saya harus menjaga mata saya sehingga ketika nanti kita tua, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu. Saya akan memegang tanganmu, menelusuri pantai, menikmati sinar matahari dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga kepadamu yang bersinar seperti wajah cantikmu….
“Juga sayangku, saya begitu yakin ada banyak orang yang mencintaimu lebih dari cara saya mencintaimu. Tapi saya tidak akan mengambil bunga itu lalu mati….”
Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur dan saya membaca kembali…
“Dan sekarang sayangku, kamu telah selesai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri di sana dengan susu segar dan roti kesukaanmu….”
Saya segera membuka pintu dan melihat wajahnya yang dulu sangat saya cintai. Dia begitu penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti. Saya tidak kuat lagi dan langsung memeluknya dan rebah di bahunya yang bidang sambil menangis….
Jumat, 09 April 2010
Rangkaian Kata Sebagai Inspirasi
Mungkin rangkaian kata-kata ini bisa kita jadikan inspirasi dalam kehidupan kita sehari-hari :
* Sebuah LAGU mampu merangsang seketika
* Sekuntum BUNGA bisa membangkitkan kita dari terus terlena
* Sebatang POHON dapat berkembang menjadi hutan
* Seekor BURUNG dapat memberitahu datangnya musim bunga
* Sebuah SENYUMAN dapat memulai tali persahabatan
* Sebuah SALAMAN dapat meningkatkan keeratan jiwa insani
* Sebuah BINTANG dapat memandu kapal di laut lepas
* Sebuah PERKATAAN dapat memandu kapal di laut lepas
* Sebuah SUARA dapat mengubah sebuah negara
* Sebuah SINAR mampu menerangi kamar
* Sebuah LILIN mampu menghilangkan kegelapan
* Sebuah KETAWA akan menghilangkan kemuraman hati
* Setapak KAKI MELANGKAH bisa memulai sutau perjalanan
* Sebuah PERKATAAN dapat memulai sebuah doa
* Sebuah HARAPAN akan meningkatkan semangat
* Sebuah SENTUHAN dapat menunjukan kepedulian
* Sebuah SUARA dapat melahirkan kata-kata
* Sebuah HATI dapat mengetahui apa yang benar
* Sebuah KEHIDUPAN dapat membuat suatu perbedaan
* Sebuah IDE mampu mengubah dunia
Kamis, 01 April 2010
Bahagia dan Suka Cita
Hhhmm susah mau mulai darimana...:)tapi harus di ceritakan kebahagian yang baru aja aku rasakan, gini ceritanya :) akhir Januari 2010 aku kembali bergabung bersama bisnis Oriflame sebenernya udah dari tahun 2008 aku sudah gabung, karena sesuatu hal pada waktu itu aku tidak aktif, sampai suatu hari upline tercinta Idamamabelva menawarkan aku lagi untuk bergabung dengan Oriflame aku langsung mengiyakan, pada saat itu aku belum yakin apa iya aku bisa jalanin lagi bisnis ini, tapi aku niat untuk mencoba, dengan mengucap Bismillah aku mantapkan untuk mencoba lagi bisnis oriflame ku ini..tanpa terasa 2 bulan berjalan, dengan rasa yang masih tidak yakin dan tidak percaya aku berhasil mencapai Level 6% (Ida makasih banyak yah yg terus colek2 aku untuk bikin target di 6% yang ternyata aku sanggup mencapai level ini...hiks...hiks....seneng....bahagia...terharu...)
Aku semakin yakin untuk memantapkan hati ngejalanin bisnis ini, karena aku punya cita cita Working At Home Mom, WAHM biar selalu dekat dengan princess cantiku di rumah (karena hal ini yang selalu di dengungkan oleh Mba Deasy, Gold Director ku, aku jadi semangat nih mba liat kesuksesan yang mba capai :) doakan cucu mu ini ya mba biar aku bisa seperti dirimu :)Amiiinn......
Bulan Maret yang membawa berkah dan kebahagian buat ku, semoga di bulan bulan berikutnya aku selalu mendapatkan keberkahan dan kebahagian itu, selalu naik..naik..naik sampai Diamond, :) cita cita yang tinggi mungkin buat ku tapi dengan tekad dan keyakinan insya Allah bisa...




