Seorang wanita bercerita :"Suamiku meninggal dunia ketika aku berumur tiga puluh tahun. Aku memiliki lima orang putra putri. Setalah itu duniaku menjadi gelap. Aku selalu menangis sampai kering air mataku dan selalu menyesali nasibku. Aku menjadi orang yang berputus asa. Aku selalu dilanda kesedihan, dan juga kegundahan dalam hidup. Putra putriku masih kecil dan saya sama sekali tidak memiliki pendapatan yang memadai untuk hidup. Jalan yang saya tempuh adalah selalu menjual sedikit peninggalan yang sempat diwariskan oleh bapak anak-anak saya
Suatu ketika aku masuk kamar untuk mendengarkan al-Quran dari radio. Ada seorang syaikh yang bertutur : "Barang siapa memperbanyak istighfar, maka Allah akan menjadikan baginya jalan kesenangan dari setiap kesedihan, dan jalan keluar dari setiap kegelisahan. Setalah itu aku memperbanyak istighfar demikian juga anak-anak, aku perintahkan mereka untuk melakukan hal yang sama. Hasilnya tidak lebih dari enam bulan kami mendapatkan tawaran proyek untuk barang yang kami miliki dengan keuntungan uang berjuta-juta.
Anakku yang pertama menjadi pelajar paling unggul di daerah kami, dapat menghafal al-Quran dengan sempurna. Karenanya dia menjadi pusat perhatian.Rumah kami dipenuhi dengan anugerah kebaikan pada putra-putriku. Tak ada lagi kesedihan, kebingungan dan kegelisahan. Sejak saat itu aku merasa telah menjadi wanita yang paling bahagia. Inti dari cerita ini Jika kita menyerahkan hidup kita kepada keputusasaan, maka kita tidak akan tahu apa-apa dan tidak akan mendapatkan kebahagian
Rabu, 18 Mei 2011
Istigfar Itu Akan Mendatangkan Rezeki
Pandanglah Awan & Jangan Melihat Tanah
Jadilah dirimu seorang yang mempunyai cita-cita yang tinggi.Aku mengharap kamu selalu meningkat (untuk menjadi yang terbaik),selalu dan selalu. Berhati-hatilah dan jangan sampai turun dan terjatuh.
Kita pasti semua sudah sadar dan mengetahui bahwa kehidupan hanya beberapa menit saja,bahkan hanya beberapa detik. Jadilah kamu seperti seekor semut dalam kesungguhan,ketakutan, dan kesabaran. Coba dan teruslah kamu mencoba. Bertobatlah jika kamu kembali melakukan dosa, dan kembalilah kamu kepada pintu tobat. Hafalkan kembali al-Quran jika kamu telah lupa. Kembalilah kamu mengingatnya untuk yang kedua kalinya dan yang ketiga kalinya...Bahkan untuk yang kesepuluh kalinya. Yang terpenting adalah kamu tidak merasa gagal dan frustasi, sebab sejarah kehidupan tidak pernah mengenal kata akhir; akal tidak mengenal kata selesai, disana selalu ada upaya dan perbaikan
Sesungguhnya umur itu seperti tubuh yang mungkin bisa dipercantik dengan operasi. Sesungguhnya umur seperti bangunan masih memungkinkan untuk di renovasi dan dirombak dari awal dan diperindah dengan cat dan minyak. Jauhilah sekolah bernama kemalasan dan kegagalan. Hilangkanlah bayangan-bayangan sakit, bencana, musibah, kesulitan dari hati kamu. Allah berfirman :"Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman